Minggu, 09 Oktober 2016

Mengenai Harta Kekayaan Kita Di Dunia

+ KEKAYAAN : Percayakah Anda bahwa kekayaan akan membuat kita menjadi jauh dengan orang-orang yang berada dibawah kita ? Dan semakin kita kaya maka kita semakin menghilangkan wujud Kasih terhadap sesama ? Kok bisa ? Bukan-nya orang kaya juga bisa nyumbang ke rumah-rumah ibadah atau yayasan ? Berikut penjelasan contoh-nya :
.
a. Semakin banyak harta yang kita milik sudah pasti Anda tinggal di daerah dimana terhindar dari pengemis dan pemulung, coba kalian lihat di komplek, pertama pasti ada satpam yang berjaga 24 jam, kedua ada tulisan "Pemulung atau Pengemis dilarang masuk".
b. Saat menjadi Kaya, sudah pasti mejadikan Anda setiap kali belanja pergi ke Mall atau Departemen Store. Tanpa di sadari Anda telah menjauh dari Para Pedagang di Pasar Tradisional, Para Pedagang Sayur keliling, dan sebagainya.
c. Pergi ke Rumah Ibadah menggunakan kendaraan Pribadi, dan tidak lagi menggunakan Agkot ataupun Angkutan Umum lainnya.
d. Dan masih banyak lagi.
.
+ Kekayaan membuat kita menjadi pemborosan yang tidak benar-benar diperlukan :
a. Pergi beribadah, suatu kali salah satu Jemaat dalam satu keluarga terdapat 3 orang dan mereka naik mobil 3. Lah kenapa gak bareng ? Di satu sisi Anak sudah punya rumah sendiri, di sisi lain Ibu di rumah, dan Bapak dari kantor, toh gak bisa bareng dong ? Kekayaan membuat kita menjadi sibuk untuk terus mengejar kekayaan itu.
b. Jalan-jalan keluar negeri, tidak heran jaman sekarang banyak orang yang bisa pergi jalan-jalan keluar negeri ? Apa kepentingan Anda keluar negeri ? Ingin menengok mereka yang terkena musibah kah ? Tentu bukan, dipastikan Anda hanya mencari hiburan semata.
c. Menimbun barang. Dan akhirnya barang tersebut tidak digunakan.
d. Dan masih banyak lagi.
.
Lalu dari Renungan diatas kita tidak boleh kaya dong ? Kita gak usah kerja dong ?
Bukan berarti seperti itu.
Kekayaan boleh di raih, namun pergunakanlah kekayaan itu secukupnya.
Lalu sisanya adalah digunakan dalam kebajikan dan juga untuk berbagi terhadap sesama manusia.
Evaluasi diri, apakah selama ini kita berjalan hanya ingin memenuhi kepuasan (hasrat), memenuhi keinginan, menutupi gengsi, keinginan di akui ? Ataukah kita telah menjalankan tujuan utama yang ditetapkan Tuhan pada hidup kita ?
.
Seperti pada Ayat Alkitab berikut :
1 Timotius 6 : 6-19.
6:5                Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.
.
.
.
.
.
.
Dikutip dan dirangkum ulang dari Khotbah hari ini di GKI Delima.
Minggu, 25 Sept 2016. Pkl : 06:30 WIB.
Tema : "Spiritualitas Kepuasan Hati".
Dilayani oleh : Pdt. Des Elniat Gulo / GKI Maleo Raya.
Gereja Kristen Indonesia - GKI Delima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan Kamu Disini :)