Segala Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk kedua kalinya Saya telah menerima bantuan uang belanja tambahan dari Bpk. Cipto Junaedy...
Yang pertama kali pada tanggal 26-Juli sebesar Rp.2,500,000.
Yang kedua kalinya pada tanggal xx-Oktober sebesar Rp.xxx
Saya
beserta keluarga mengucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya atas
kebaikan Bpk. Cipto yang sudah membantu kehidupan keluarga kami.
Semoga
perbuatan baik Bpk. juga dapat ditiru oleh banyak orang... Semoga makin
banyak orang yang bersikap Dermawan seperti Bpk. agar kita bisa saling
mambantu bagi yang membutuhkan.
Semoga sukses selalu untuk semua strategi dan seminar-seminar yang Bpk. adakan...
Semoga
Tuhan selalu menyertai kehidupan keluarga Bpk. dan diberi kelimpahan
serta kecukupan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
Kebaikan Bpk. akan selalu Saya ingat dan tidak lupa Saya akan terus aktif dan giat untuk mempromosikan seminar-seminar Bpk.
Ingin
kedepan dapat bertemu Bpk. agar bisa belajar beli rumah atau property
tanpa utang, sayang dalam seminar-seminar yang sudah-sudah Saya belum
dapat hadir dikarenakan sibuk mencari uang. Semoga suatu saat kita dapat
berjumpa.
Uang ini sangat berarti dan berharga, dan akan Saya pergunakan sebaik mungkin...
Terus bekarya dan terus berinovasi membangun kehidupan masyarakat tanpa utang agar tidak tenggelam oleh utang....
Sekali lagi Saya ucapakan Terima Kasih sebesar-besarnya untuk bantuan yang telah Bpk. berikan kepada keluarga kami.
Tuhan memberkati Bpk. beserta seluruh keluarga dan kerabat Bpk. Amin.
Salam... :)
=================================================
Cipto Junaedy Nama
ini sudah tidak asing lagi. Strategi Tanpa Uang Tanpa Utang yang
diajarkannya dikenal orisinil dan mendobrak. Strateginya itu mampu
mematahkan strategi Kiyosaki dan Dolf De Ross yang berbasis utang.
Hampir setiap minggu namanya menghiasi berbagai media massa nasional
dan daerah. Seminar yang dibawakannya pun menjadi yang terbesar dan
terpopuler, juga hadir secara eksklusif dikenal tanpa menggunakan
sponsor manapun, karena materi yang disampaikannya berbicara tentang
strategi dan agar bebas kepentingan.
Hanya dalam waktu
relatif singkat sejak memulai seminarnya, Cipto Junaedy telah
berbicara di hadapan lebih dari 500.000 orang. Dia didengar oleh
berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari yang kaya dan berpengaruh,
seperti pengusaha besar, direktur korporat, para pejabat pemerintahan
tingkat pusat maupun daerah, tokoh-tokoh parpol, anggota DPR,
artis-artis terkenal, presenter televisi, wartawan, kalangan militer
dan kepolisian, pengacara, pemuka agama, tokoh-tokoh adat, dokter,
aktivis LSM, budayawan, hingga yang sederhana, seperti ibu rumah
tangga, mahasiswa, guru, pensiunan, pedagang kecil, dan relawan korban
bencana.
Rata-rata setiap 42 hari dia memberikan 1 rumah gratis atau uang senilai rumah kepada mereka yang membutuhkan.
Sebagai
mentor, dia juga telah membuktikan ajarannya sendiri dalam membeli
property tanpa uang tanpa utang. Dia telah mencaplok berbagai property
strategis di sejumlah kota besar di Indonesia dan luar negeri. Yang
terkini, pada Mei 2011, dia berhasil mencaplok 90 unit apartement yang
bergengsi di Jakarta dari developer terkemuka hanya dalam waktu 15
hari.
Dia telah membantu banyak orang dari berbagai
latar belakang: mulai dari tukang bakso, karyawan, bidan,
wirausahawan, mahasiswa, ibu rumah tangga, mantan pebisnis MLM,
pensiunan hingga direktur. Mereka diubah hidupnya, mencaplok properti
tanpa uang tanpa utang. Murid-muridnya tersebar di hampir seluruh kota
besar di Indonesia dan luar negeri.
Selain menjadi
pembicara dan investor properti, dia juga menulis sejumlah buku yang
diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dan selalu menjadi
national bestseller dan harus dicetak ulang hanya dalam
beberapa hari setelah diluncurkan. Hingga saat ini, dia telah
menerbitkan tiga judul buku, yaitu Strategi Membeli Banyak
Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring
(Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009), 6 Bulan Bisa Beli Properti
KONTAN! Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring (Gramedia
Pustaka Utama, 2010), dan Strategi Membeli Bisnis dan Franchise Tanpa Uang Tanpa Utang (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2011).
Strategi yang diajarkan oleh Cipto Junaedy berakar dari pengalaman profesionalnya menduduki posisi manajemen puncak sebagai group finance director. Di posisi itu, dia mengendalikan 13 perusahaan asing yang beraset lebih dari USD 500 juta.
Selama
15 tahun, dia berpengalaman di korporasi, keuangan, dan bisnis, baik
di industri manufaktur, jasa, dan trading. Bidang konsentrasinya
adalah debt restructuring, merger and acquisition, corporate
budgeting, company valuating, strategic tax planning, haircut,
banking, capital expenditure, strategic comprehensive financial
planning, serta public corporation reporting, dan shareholders issues management.
Pengalaman
profesionalnya ini membuahkan hasil yang tidak tanggung-tanggung.
Antara lain, dia berhasil melakukan hair cut untuk korporasi hingga 70
persen dari total utang sebesar USD 100 juta, dan melakukan berbagai
aksi pencaplokan perusahaan, yang didalamnya termasuk properti.
Tak
heran, selama 15 tahun terakhir, dia terbang rata-rata 100 kali
setiap tahun untuk perjalanan bisnis berkaitan dengan pengalaman
profesional tersebut. Dia telah terbang ke Jepang lebih dari 30 kali
untuk melakukan negosiasi bisnis di bidang banking, manufacturing, dan trading.
Pada lima
tahun terakhir, sejak usia 35 tahun, Cipto Junaedy membagikan dan
mengajarkan strategi-strateginya melalui seminar terpopuler Strategi Membeli Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Tanpa Harus Menunggu Harga Miring yang diselenggarakan di berbagai kota besar di Indonesia dan luar negeri.
Cipto
Junaedy mengajarkan dalam berbagai seminar yang telah diselenggarakan
di banyak kota, baik luar negeri maupun dalam negeri, di antaranya di
Jakarta, Makassar, Surabaya, Medan, Bali, Balikpapan, Palembang, dan
kota-kota lainnya di Indonesia; agar setiap orang memiliki properti
minimum sejumlah anaknya, tanpa utang, tanpa uang.
Cipto Junaedy
menitikberatkan supaya orang bisa memiliki properti tanpa utang
sehingga tidak menyiksa dirinya dengan berbagai utang, beliau juga
mengajarkan bagaimana agar yang berhutang supaya cepat segera lunas.
Buku beliau sudah harus dicetak ulang berkali-kali dalam jangka waktu
yang singkat. Beliau telah mengubah banyak orang dari berbagai latar
belakang; baik dari tukang bakso, ibu rumah tangga, perawat, pedagang,
wirausahawan, developer, pemilik toko, pegawai, eksportir, investor
property, pemilik bimbel, direktur, sehingga bisa memiliki banyak
properti minimum sejumlah anaknya dan terbebas dari utang. Cipto
Junaedy juga memberikan seminar di Singapore, mengajarkan bagaimana
membeli properti di Singapore tanpa uang.
Meskipun ada sejumlah
pihak yang telah dan berusaha melakukan tindakan plagiat terhadap buku
dan seminar ciptaannya, dia tetap berkomitmen untuk terus membagikan
ilmunya agar bisa dipraktikkan oleh banyak orang, terlepas dari
perasaan manusiawi bahwa sebagai penulis dan pembicara, dia juga
mengalami kepahitan hati akibat tindakan plagiat yang masih merajalela
di Indonesia.
Cipto Junaedy yang juga bapak dari tiga
orang anak ini punya misi: setiap orang memiliki properti minimal
sejumlah anak mereka, dan mengajarkan tanggungjawab keluarga.
Cipto
Junaedy bersama Gramedia Pustaka Utama & Jawa Pos pada tanggal 7
Juni 2010 memberikan Tali Kasih berupa 1 unit rumah kepada janda
mendiang Briptu Boas Woisiri yang meninggal karena musibah di Aceh, dan
Tali Kasih Uang senilai Harga Rumah kepada janda alm. Rudiman dan
Sutikno, pegawai dinas pendidikan yang meninggal karena musibah
perampokan ketika mengambil gaji guru sekecamatan. Cipto
Junaedy memberikan Tali Kasih untuk yang kedua kali nya pada tanggal 30
Januari 2011. Tali Kasih Berupa Uang senilai Rumah diberikan kepada
keluarga korban bencana Merapi yang meninggalkan istri dan anak anak
yang masih kecil yaitu keluarga almarhum Relawan Jupriyanto dan Wartawan
Yuniawan Wahyu Nugroho. Mereka adalah korban meninggal dalam bencana
Merapi.
<photo id="1" />
Tidak ada komentar:
Posting Komentar