Banyak
sekali jajanan di pinggir jalan yang dapat kita nikmati, sadar tidak sadar
makanan tersebut mengandung banyak penyakit lho guysss… Baik makanan yang ada
di pinggir jalan, di dalam warteg atau tempat makan lainnya. Disini Saya akan
menuliskan beberapa sumber penyakit yang ada pada makanan di pinggir jalan.
Mungkin
artikel ini masih sangat sederhana karena menggunakan bahasa Saya sendiri.
Cekidottt…
1.
Uang
/ Duit
Ini
merupakan factor utama yang pasti terjadi dan merupakan sumber penyakit yang
ada pada makanan yang dijajakan, sadarkah Anda saat penjual melayani Anda ?
Beberapa jenis makanan biasanya disajikan menggunakan tangan, Salah satu contohnya
saja “Tahu Gejrot”, tidak pernah ada tukang tahu gejrot yang menggunakan sarung
tangan atau sejenisnya untuk mengambil tahu dan memotong-motongnya, apakah
tangan penjual tersebut terbebas dari kuman yang terdapat pada uang ? Pada saat
ia berjualan sudah pasti memegang uang, dan tidak mungkin tanganya lepas dari
kuman yang bersumber dari uang.
Bahkan
hampir semua makanan harus menggunakan tangan sat menyajikannya dan saat proses
pembuatannya.
Beribu-ribu
kuman terdapat pada uang, penyakit kusta, kudis, borok, hepatitis, dll terdapat
pada uang…
2.
Lalat
Ini
merupakan factor kedua yang cukup membahayakan.
Lalat
merupakan binatang terkotor yang hinggap dimana-mana bahkan di kotoran manusia.
Sekali saja lalat hinggap pada makanan, berjuta-juta bakteri telah
mengkontaminasi makanan tersebut. Memang sulit untuk menghindari lalat hinggap
pada makanan,beberapa jajanan banyak sekali yang dijajakan terbuka dan
dihinggapi lalat. Ada pula makanan yang tidak disukai lalat, why ? salah
satunya makanan tersebut mengandung bahan pengawet atau bahan kimia berbahaya,
seperti halnya makanan di beberapa tempat makan sederhana (Padang).
Jadi
sedikit serba salah antara makanan yang dihinggapi lalat dan tidak dihinggapi
lalat. Jika tidak dihinggapi kita perlu waspada mengapa makanan tersebut tidak
disukai oleh binatang ini.
3.
Kuku
Ini
juga merupakan factor yang cukup sering terjadi pada penjual makanan di pinggir
jalan, perhatikanlah kuku si penjual, jarang sekali ada penjual berkuku bersih,
saat penjual mejajakan makanan atau pada saat membuat makanan apakah kotoran
kuku tersebut tidak terbawa ke makanan ? Sudah pasti terbawa.
Paling
sering terjadi pada Bakso, karena bakso dibuat dengan mencampur daging dan
tepung, kita tidak tahu apakah penjual menggunakan tangan kosong untuk
mengaduknya atau menggunakan alat, rata-rata sih menggunakan tangan kosong agar
lebih mudah dan cepat.
4.
Peralatan
Makan
Peralatan
makan biasanya tidak dicuci bersih, bahkan jika di pinggir jalan, penjual hanya
mempunyai air untuk mencuci seadanya, sehingga ia hanya membilas saja peralatan
tersebut.
Untuk
rumah makan-pun belum tentu terjamin kebersihannya. Jadi mungkin ada baiknya
untuk tidak makan di tempat, lebih baik di bungkus mungkin. ;)
5.
Keringat
Faktor
yang terkadang terjadi pada penjual makanan di pinggir jalan. Saat ia berjualan
sudah pasti lelah, mungkin ada beberapa tetes keringat yang terjatuh ke dalam
makanan yang dijajakan.
Beberapa
restoran-pun mungkin sama, saat para koki handal itu berada di dapur yang
sangat panas sudah pasti keringat-pun bercucuran, pasti ada lah yang terjatuh
pada masakannya. :D
Semua
ini hanya beberapa factor penyebab penyakit jajan dipinggir jalan, masih banyak
factor-faktor lainnya.
Jadi,
ada baiknya untuk tidak sering makan diluar, lebih baik mengolah makanan
sendiri atau makan makanan yang dibuat
oleh ibu kita yang tidak pernah kalah enaknya dengan makanan jalanan.
Mari
kita jaga kesehatan, karena kesehatan merupakan hal terpenting dan termahal,
tanpa kesehatan hidup sudahlah tidak berarti lagi, karena tubuh kita tidak dapat
menjalankan aktifitas.
Silahkan
meng-copy paste jika Anda berminat, jangan lupa untuk menyebutkan sumber
artikel ini (http://deriandharmadibiography.blogspot.com/2013/05/berbagai-macam-sumber-penyakit-pada.html).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar